Sabtu, 29 Desember 2007
Inter Terbaik, Milan Paling Mengecewakan
Status Inter Milan sebagai tim terbaik di Italia saat ini dikukuhkan dengan pengakuan yang datang dari para pelatih. Sementara AC Milan harus rela dianggap menjadi tim paling mengecewakan.Demikian hasil survey yang dilakukan Italpress terhadap 18 pelatih di Seri A. Diberitakan Channel4, Sabtu (29/12/2007), dari 20 klub yang ada di seri A, hanya Roberto Mancini (Inter) dan Edy Reja (Napoli) yang tidak membalas berkas survey yang dikirimkan ke mereka.Inter bukan hanya terpilih sebagai tim terbaik, striker andalan mereka Zlatan Ibrahimovic juga mendapat suara paling banyak dalam kategori pemain terbaik. Pesepakbola Swedia itu mengalahkan peraih tropi pemain terbaik Eropa dan dunia versi FIFA, Kaka, yang duduk di posisi dua.Meski terpilih menjadi tim terbaik tapi Nerazzurri bukan tim yang dianggap paling menghibur. Adalah AS Roma dan Udinese yang mendapat kehormatan tersebut setelah terpilih oleh suara mayoritas sebagai tim paling atraktif.Dalam survey tersebut, ditanyakan pula soal peluang Italia di Euro 2008. Dengan seluruh pelatih di Seri A berasal dari Italia, jawaban yang didapat pun bisa ditebak: mayoritas pelatih yakin Gli Azzurri akan berjaya di Austria-Swiss.
Senin, 24 Desember 2007
Inter Menuju Scudetto ke-16
Seri A belum memasuki setengah musim kompetisi. Namun menyusul kemenangan 2-1 yang diraih Inter Milan atas AC Milan, Nerazzurri sudah boleh membayangkan merengkuh scudetto ke-16.
Masih ada dua pertandingan lagi sebelum paruh pertama musim kompetisi terlewati. Namun dengan keunggulan tujuh angka atas AS Roma di posisi dua klasemen, Inter bisa dipastikan menjadi winter scudetto.
Berangkat dari fakta itulah skuad besutan Roberto Mancini dinyatakan berpeluang merengkuh gelar juara musim ini. Setidaknya fakta sejarah menyatakan demikian.
Ini adalah kali ke-15 Inter menjadi juara paruh musim. Hebatnya di 14 kesempatan terdahulu menjadi juara paruh musim, Inter selalu berhasil mengakhiri kompetisi Seri A dengan gelar juara berada di tangan.
Indikasi Javier Zanetti bakal cs terus berada di puncak klasemen jelas bukan cuma datang dari catatan sejarah. Fakta bahwa mereka menjadi satu-satunya club yang belum pernah kalah di Seri A semakin menunjang prediksi tersebut.
Catat pula bahwa dalam beberapa pekan terakhir Inter sebenarnya tampil tidak dengan kekuatan penuh. Dejan Stankovic, Olivier Dacourt, Patrick Vieira dan Luis Figo sejak beberapa pekan lalu absen lantaran dihadang cedera.
Memang masih banyak pekan tersisa untuk membicarakan kandidat juara mengingat Juventus dan AS Roma masih giat berusaha menjaga jarak dengan Inter.
Namun dengan indikasi-indiikasi di atas, peluang tersebut jelas terbuka cukup besar. Yang pasti Inter harus lebih matang mempersiapkan pasukannya untuk mengarungi paruh kedua kompetisi mengingat mereka harus membagi perhatian dengan Liga Champions dan Coppa Italia.
Masih ada dua pertandingan lagi sebelum paruh pertama musim kompetisi terlewati. Namun dengan keunggulan tujuh angka atas AS Roma di posisi dua klasemen, Inter bisa dipastikan menjadi winter scudetto.
Berangkat dari fakta itulah skuad besutan Roberto Mancini dinyatakan berpeluang merengkuh gelar juara musim ini. Setidaknya fakta sejarah menyatakan demikian.
Ini adalah kali ke-15 Inter menjadi juara paruh musim. Hebatnya di 14 kesempatan terdahulu menjadi juara paruh musim, Inter selalu berhasil mengakhiri kompetisi Seri A dengan gelar juara berada di tangan.
Indikasi Javier Zanetti bakal cs terus berada di puncak klasemen jelas bukan cuma datang dari catatan sejarah. Fakta bahwa mereka menjadi satu-satunya club yang belum pernah kalah di Seri A semakin menunjang prediksi tersebut.
Catat pula bahwa dalam beberapa pekan terakhir Inter sebenarnya tampil tidak dengan kekuatan penuh. Dejan Stankovic, Olivier Dacourt, Patrick Vieira dan Luis Figo sejak beberapa pekan lalu absen lantaran dihadang cedera.
Memang masih banyak pekan tersisa untuk membicarakan kandidat juara mengingat Juventus dan AS Roma masih giat berusaha menjaga jarak dengan Inter.
Namun dengan indikasi-indiikasi di atas, peluang tersebut jelas terbuka cukup besar. Yang pasti Inter harus lebih matang mempersiapkan pasukannya untuk mengarungi paruh kedua kompetisi mengingat mereka harus membagi perhatian dengan Liga Champions dan Coppa Italia.
Inter Menangi Derby Milan
Inter Milan tampil sebagai pemenang dalam derby Kota Milan. Sempat tertinggal, Nerazzurri akhirnya sukses menundukkan AC Milan dengan skor 2-1.
Dengan poin 43, Inter makin kokoh di puncak klasemen. Skuad besutan Roberto Mancini juga mempertahankan rekor belum terkalahkan di Seri A, memenangi 13 laga dan empat kali imbang.
Buat Milan, inilah kekalahan keempatnya musim ini. Dengan selisih 25 poin dengan Inter, Diavolo Rosso yang pekan lalu menjadi juara dunia antarklub sepertinya harus menghapus scudetto dari daftar target musim ini.
Derby della Madonnina edisi ke 169 di berlangsung dalam tensi tinggi. Suasana pertandingan yang semula dikhawatirkan akan hambar menyusul ancaman tiffosi melakukan aksi diam tak terbukti, San Siro, Minggu (23/12/2007), tetap bergemuruh oleh fans kedua klub.
Milan yang hanya memasang Filippo Inzaghi sebagai penyerang di depan Kaka dan Clarence Seedorf sedikit tertekan di awal laga, beberapa pelanggaran keras terpaksa dilakukan Rossoneri untuk menahan gempuran Nerazzurri.
Zlatan Ibrahimovich, yang dipasangkan denngan Julio Cruz di lini depan Inter, membuka peluang tuan rumah saat laga baru berjalan empat menit. Tendangan first time yang dilepaskannya di tiang jauh Milan setelah menerima crossing Maicon melayang tipis di atas mistar.
Namun justru Milan yang lebih dulu membuka keunggulan melalui tendangan bebas Andrea Pirlo di menit 17. Diawali pelanggaran Ivan Cordoba terhadap Inzaghi tepat di muka kotak penalti, eksekusi Pirlo yang yang bersarang ke pojok kanan gawang Inter hanya mampu dipandangi Julio Cesar.
Dalam selang dua menit Inter nyaris menyamakan kedudukan. Setelah Dida melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis crossing Cruz yang hampir disambar Ibrahimovich, bola justru jatuh ke kaki Luiz Jimenez. Rebound gelandang Chile itu tak juga menyamakan kedudukan karena bola cuma menyasar mistar.
Dalam posisi tertekan, Milan melalui serangan balinya malah kembali membahayakan Inter. Skuad besutan Roberto Mancini beruntung memiliki Javier Zanetti yang dengan gemilang menekel Kaka saat menusuk ke kotak penalti.
Gempuran demi gempuran yang dilancarkan Inter akhirnya membuahkan hasil di menit 36. Dalam kawalan empat pemain Milan, Cruz yang menerima umpan dari Cambiasso melepaskan tendangan keras yang meski sempat menyentuh tangan Dida namun tetap bersarang di gawang.
GOL !!!!
Dalam kondisi imbang laga tambah sengit. Milan yang sesekali menyerang sempat mengklaim penalti saat Kaka dijatuhkan Cambiasso di kotak terlarang, hal serupa terjadi di kubu Inter setelah Kakha Kaladze menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti saat berusaha menyapu bola dari pertahanannya.
Di babak kedua Carlo Ancelotti memasukkan Emerson menggantikan Gattuso dan Gilardino menggantikan Pippo. Pergantian ini sempat terlihat menjanjikan, di menit 49 tandukan Gila meneruskan umpan Maldini gagal menemui sasaran.
Namun kemudian Inter yang lebih menguasai pertandingan dan memaksa Milan bermain setengah lapangan. Peluang membalikkan keadaan pun dimiliki Inter melalui Cambiasso yang menerima bola dari Zlatan, namun lagi-lagi gol urung tercipta karena sepakan dia dari tepi kotak penalti melayang tinggi di atas sasaran.
Berjuang menahan gempuran Inter, Milan justru "memberi" musuh besarnya itu gol kedua di menit 63 melalui Cambiasso. Maldini mengawali bencana tersebut saat dia membuang bola terlalu lemah di depan kotak penalti yang kemudian disambar Cambiasso. Bola yang sepakan Cambiasso sebenarnya tak terlalu keras dan mengarah tepat ke tengah gawang, tapi entah mengapa Dida salah mengantisipasi dan justru menjatuhkan diri ke arah kiri.
GOL !!!!
Milan baru memiliki peluang menyamakan kedudukan di menit 83 saat Kaka melepaskan tendangan firts time di luar kotak penalti. Namun bola yang mengarah ke tiang jauh diantisipasi oleh Cesar dan cuma membuahkan tendangan sudut. Ambrossini juga membuang peluang terbersih yang dimiliki Milan saat dia gagal membelokkan bola yang dikirim Serginho, padahal dia sudah lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Cesar.
Setelah waktu normal berakhir, empat menit waktu tambahan yang diberikan wasit juga gagal dimanfaat Milan untuk menyamakan kedudukan. Skor akhir bertahan pada angka 2-1 untuk keunggulan Inter.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Maxwell, Cristian Chivu, Ivan Ramiro Cordoba, Walter Samuel, Maicon, Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Luis Jimenez, Julio Cruz, Zlatan Ibrahimovic
AC Milan: Nelson Dida, Kakha Kaladze, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Massimo Oddo, Massimo Ambrosini, Gennaro Gattuso, Kaka, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi
Dengan poin 43, Inter makin kokoh di puncak klasemen. Skuad besutan Roberto Mancini juga mempertahankan rekor belum terkalahkan di Seri A, memenangi 13 laga dan empat kali imbang.
Buat Milan, inilah kekalahan keempatnya musim ini. Dengan selisih 25 poin dengan Inter, Diavolo Rosso yang pekan lalu menjadi juara dunia antarklub sepertinya harus menghapus scudetto dari daftar target musim ini.
Derby della Madonnina edisi ke 169 di berlangsung dalam tensi tinggi. Suasana pertandingan yang semula dikhawatirkan akan hambar menyusul ancaman tiffosi melakukan aksi diam tak terbukti, San Siro, Minggu (23/12/2007), tetap bergemuruh oleh fans kedua klub.
Milan yang hanya memasang Filippo Inzaghi sebagai penyerang di depan Kaka dan Clarence Seedorf sedikit tertekan di awal laga, beberapa pelanggaran keras terpaksa dilakukan Rossoneri untuk menahan gempuran Nerazzurri.
Zlatan Ibrahimovich, yang dipasangkan denngan Julio Cruz di lini depan Inter, membuka peluang tuan rumah saat laga baru berjalan empat menit. Tendangan first time yang dilepaskannya di tiang jauh Milan setelah menerima crossing Maicon melayang tipis di atas mistar.
Namun justru Milan yang lebih dulu membuka keunggulan melalui tendangan bebas Andrea Pirlo di menit 17. Diawali pelanggaran Ivan Cordoba terhadap Inzaghi tepat di muka kotak penalti, eksekusi Pirlo yang yang bersarang ke pojok kanan gawang Inter hanya mampu dipandangi Julio Cesar.
Dalam selang dua menit Inter nyaris menyamakan kedudukan. Setelah Dida melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis crossing Cruz yang hampir disambar Ibrahimovich, bola justru jatuh ke kaki Luiz Jimenez. Rebound gelandang Chile itu tak juga menyamakan kedudukan karena bola cuma menyasar mistar.
Dalam posisi tertekan, Milan melalui serangan balinya malah kembali membahayakan Inter. Skuad besutan Roberto Mancini beruntung memiliki Javier Zanetti yang dengan gemilang menekel Kaka saat menusuk ke kotak penalti.
Gempuran demi gempuran yang dilancarkan Inter akhirnya membuahkan hasil di menit 36. Dalam kawalan empat pemain Milan, Cruz yang menerima umpan dari Cambiasso melepaskan tendangan keras yang meski sempat menyentuh tangan Dida namun tetap bersarang di gawang.
GOL !!!!
Dalam kondisi imbang laga tambah sengit. Milan yang sesekali menyerang sempat mengklaim penalti saat Kaka dijatuhkan Cambiasso di kotak terlarang, hal serupa terjadi di kubu Inter setelah Kakha Kaladze menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti saat berusaha menyapu bola dari pertahanannya.
Di babak kedua Carlo Ancelotti memasukkan Emerson menggantikan Gattuso dan Gilardino menggantikan Pippo. Pergantian ini sempat terlihat menjanjikan, di menit 49 tandukan Gila meneruskan umpan Maldini gagal menemui sasaran.
Namun kemudian Inter yang lebih menguasai pertandingan dan memaksa Milan bermain setengah lapangan. Peluang membalikkan keadaan pun dimiliki Inter melalui Cambiasso yang menerima bola dari Zlatan, namun lagi-lagi gol urung tercipta karena sepakan dia dari tepi kotak penalti melayang tinggi di atas sasaran.
Berjuang menahan gempuran Inter, Milan justru "memberi" musuh besarnya itu gol kedua di menit 63 melalui Cambiasso. Maldini mengawali bencana tersebut saat dia membuang bola terlalu lemah di depan kotak penalti yang kemudian disambar Cambiasso. Bola yang sepakan Cambiasso sebenarnya tak terlalu keras dan mengarah tepat ke tengah gawang, tapi entah mengapa Dida salah mengantisipasi dan justru menjatuhkan diri ke arah kiri.
GOL !!!!
Milan baru memiliki peluang menyamakan kedudukan di menit 83 saat Kaka melepaskan tendangan firts time di luar kotak penalti. Namun bola yang mengarah ke tiang jauh diantisipasi oleh Cesar dan cuma membuahkan tendangan sudut. Ambrossini juga membuang peluang terbersih yang dimiliki Milan saat dia gagal membelokkan bola yang dikirim Serginho, padahal dia sudah lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Cesar.
Setelah waktu normal berakhir, empat menit waktu tambahan yang diberikan wasit juga gagal dimanfaat Milan untuk menyamakan kedudukan. Skor akhir bertahan pada angka 2-1 untuk keunggulan Inter.
Susunan Pemain
Inter Milan: Julio Cesar, Maxwell, Cristian Chivu, Ivan Ramiro Cordoba, Walter Samuel, Maicon, Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Luis Jimenez, Julio Cruz, Zlatan Ibrahimovic
AC Milan: Nelson Dida, Kakha Kaladze, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Massimo Oddo, Massimo Ambrosini, Gennaro Gattuso, Kaka, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi
Sabtu, 22 Desember 2007
Jelang Inter vs Milan: Bukan Derby Saling Membenci
| Tak seperti derby lain di Italia, laga AC Milan vs Internazionale jarang diwarnai bentrok antar suporter. Buat warga Kota Milan ini memang bukan perang saudara, tapi perseteruan antaranggota keluarga. Maaf jika berlebihan, tapi keindahan sebuah derby di pentas sepakbola ya adanya memang di kota mode Italia ini. Indah dalam arti sepakbola yang "murni", tanpa dicampuradukkan dengan bumbu-bumbu lain seperti politik, sosial, atau agama. Beda misalnya dengan derby di kota Roma, Glasgow (Skotlandia), atau Madrid (Spanyol), yang kerap membuat tensi pertandingan melebar sampai ke luar stadion. Suatu waktu derby ini pernah dikait-katikan dengan urusan politik. Inter secara tradisi sempat dianggap representasi kalangan konservatif yang didukung oleh orang-orang kaya di kota ini. Pemilik yang sekarang yang juga Raja Minyak Italia, Massimo Moratti, merupakan orang kiri dalam peta politik domestik yang pernah dicalonkan sebagai walikota Milan oleh aliansi partai-partai berhaluan tengah-kiri. Milan sebaliknya. Klub ini pernah diidentikkan sebagai tim kelas pekerja yang didukung oleh semacam serikat-serikat buruh. "Si Tuan Besar" Silvio Berlusconi adalah konglomerat media yang juga pemimpin Forza Italia, partai oposisi beraliran tengah-kanan. Tifosi Milan tentu amat bangga melihat patronnya itu saat ini menjabat perdan menteri Italia. Akan tetapi perbedaan politik di atas sudah basi sekitar satu dekade lalu. Yang ada saat ini ya tinggal urusan sepakbola. Derby Milan adalah soal prestise, tentang sentakan cinta domestik warga kota ini. Jangan heran kalau sampai beberapa jam sebelum kedua tim ini berlaga pun para Milanisti dan Internisti masih sempat-sempatnya minum bareng di bar atau kafe yang sama dan saling berkelakar akrab. "Kami tidak suka satu sama lain, tapi mungkin kami berdua lebih membenci Juventus," tutur seorang fans Inter. "Memang ada ejekan atau lelucon di antara kami, tapi tetap ada batasnya. Kami toh tinggal di jalanan yang sama, bekerja di tempat yang sama, dan bepergian dengan metro yang sama. Kadang-kadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi itu jarang." Beberapa hari lalu percikan api perseteruan sempat muncul menyusul komentar Roberto Mancini soal Kejuaraan Dunia Antarklub yang baru dimenangi Milan. Tapi pelatih 43 tahun itu kemudian mengklarifikasi dan menyebut adanya kesalahan interpretasi wartawan dan justru mengucapkan selamat pada Carlo Ancelotti. "Saya mengucapkan selamat dan pujian pada Ancelotti dan Milan, karena banyak jurnalis memunculkan masalah dengan memutar kata-kata saya," sahut Mancini. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden paling mengerikan yang terjadi dalam derby Milan itu adalah kasus pelemparan mercon yang mengenai kepala Dida di perempatfinal Liga Champions tahun 2005 lalu. Namun kekesalan yang dirasakan fans Milan karena pemain kesayangannya dilukai, dan dongkolnya tiffosi Inter karena timnya tersingkir, tak berlanjut di luar lapangan. Tak ada laporan soal kerusuhan suporter usai laga yang akhirnya dihentikan di menit 74 itu. Akhir pekan ini San Siro kembali mempersatukan sebuah keluarga bernama Kota Milan. Keluarga yang akan beradu urat saat mendukung timnya masing-masing lalu menjalankan kembali keharmonisan yang memang sudah tercipta saat melangkah keluar stadion dan berjalan menuju rumahnya yang mungkin bersebelahan. Jika orang bilang sepakbola menyatukan warga dunia, maka San Siro adalah pemersatu warga kota Milan. Di stadion megah berkapasitas 85.700 penonton ini magis sepakbola betul-betul dirasakan pengunjungnya. Nyala kembang api, gemuruh teriakan suporter, warna-warni dari aneka kostum dan produk: Well, apalagi yang lebih indah dari suasana seperti itu? Kenapa harus gontok-gontokan? |
Selasa, 18 Desember 2007
Giliran Cagliari Dikalahkan Inter
Kemenangan demi kemenangan terus dihasillkan Inter Milan. Korban terakhir juara bertahan Seri A itu adalah Cagliari, yang mereka tundukkan dengan dua gol tanpa balas.
Kemenangan 2-0 itu diraih Nerazzurri di Stadio Sant'Elia, Senin (17/12/2007) dinihari WIB, di mana Inter tak pernah terkalahkan lagi di tempat tersebut sejak September 1993.
Capaian ini sekaligus kemenangan ke-14 Inter dari 16 pertandingan liga yang telah dilakoninya. Hasilnya, tim yang belum sekali pun kalah itu tetap kokoh di puncak klasemen dengan 40 angka.
Jarak dengan rival terdekatnya, AS Roma, pun makin jauh, sudah tujuh poin. Hal ini disebabkan Roma malam tadi tak mampu mengalahkan Torino dan hanya bermain imbang tanpa gol 0-0.
Memainkan tiga penyerang sekaligus sejak menit pertama, yakni Julio Cruz, Hernan Crespo, dan David Suazo, Inter baru memperoleh gol saat pertandingan berjalan hampir satu jam.
Di menit 57 Cruz berlari kencang untuk menerima umpan Suazo di kotak penalti. Sekilas ia diperkirakan bakal mengumpan Crespo di tiang jauh, tapi Cruz malah menendang langsung ke arah gawang. Upayanya berhasil memperdaya kiper Vincenzo Marruocco.
Gol kedua Inter lahir di menit 79, yang bermula dari sepak pojok. Marruocco semula dapat menghalau sundulan Ivan Cordoba, tapi rebound dari Suazo tak mampu dihentikannya. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Yang menarik, Suazo tidak menampakkan ekspresi gembira pada golnya tersebut. Hal ini bisa dimaklumi karena inilah kali pertama ia berada di lapangan sebagai "musuh" Cagliari. Penyerang internasional Honduras itu pernah delapan tahun bekerja di Saint'Elia dan menghasilkan 95 gol dari 255 pertandingan.
Kemenangan 2-0 itu diraih Nerazzurri di Stadio Sant'Elia, Senin (17/12/2007) dinihari WIB, di mana Inter tak pernah terkalahkan lagi di tempat tersebut sejak September 1993.
Capaian ini sekaligus kemenangan ke-14 Inter dari 16 pertandingan liga yang telah dilakoninya. Hasilnya, tim yang belum sekali pun kalah itu tetap kokoh di puncak klasemen dengan 40 angka.
Jarak dengan rival terdekatnya, AS Roma, pun makin jauh, sudah tujuh poin. Hal ini disebabkan Roma malam tadi tak mampu mengalahkan Torino dan hanya bermain imbang tanpa gol 0-0.
Memainkan tiga penyerang sekaligus sejak menit pertama, yakni Julio Cruz, Hernan Crespo, dan David Suazo, Inter baru memperoleh gol saat pertandingan berjalan hampir satu jam.
Di menit 57 Cruz berlari kencang untuk menerima umpan Suazo di kotak penalti. Sekilas ia diperkirakan bakal mengumpan Crespo di tiang jauh, tapi Cruz malah menendang langsung ke arah gawang. Upayanya berhasil memperdaya kiper Vincenzo Marruocco.
Gol kedua Inter lahir di menit 79, yang bermula dari sepak pojok. Marruocco semula dapat menghalau sundulan Ivan Cordoba, tapi rebound dari Suazo tak mampu dihentikannya. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Yang menarik, Suazo tidak menampakkan ekspresi gembira pada golnya tersebut. Hal ini bisa dimaklumi karena inilah kali pertama ia berada di lapangan sebagai "musuh" Cagliari. Penyerang internasional Honduras itu pernah delapan tahun bekerja di Saint'Elia dan menghasilkan 95 gol dari 255 pertandingan.
Kamis, 13 Desember 2007
Cruz Bawa Inter Juara Grup
Gol tunggal Julio Ricardo Cruz memastikan kemenangan Inter Milan 1-0 atas PSV Eindhoven. Hasil ini juga membuat I Nerazzzurri lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup G. Inter bukan hanya perkasa di Seri A sebagai klub tidak terkalahkan. Namun performa mereka di pentas Eropa juga tidak kalah garang. Hal itu dibuktikan saat mereka bertandang ke Philips Stadion menghadapi tuan rumah PSV Eindhoven, Kamis (13/12/2007) dinihari WIB.PSV langsung menekan Inter di awal pertandingan. Mike Zonneveld melakukan tusukan dari sayap kiri dan disambut oleh Jason Culina di daerah pertahanan. Namun peluang tersebut gagal menghasilkan gol setelah melenceng tipis dari target. PSV masih terus mencari celah. Pada menit ke-6, Carlos Salcido mencoba mengancam gawang Inter lewat tendangannya dari jarak jauh namun dengan mudah diamankan oleh Julio Cesar. Namun Inter juga mulai mencoba bangkit dan menekan pertahanan PSV.Santiago Solari berpeluang mencetak gol setelah tinggal berhadapan dengan kiper Heurelho Gomes di menit ke-7 namun gagal memanfaatkan kesempatan itu. Begitu pula dengan usaha Marco Materazzi dengan tendangan bebasnya juga belum membuah hasil.Pada menit ke-28, PSV harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Edison Mendez di ganajar kartu merah oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras kepada David Suazo. Tentu saja ini menjadi keuntungan bagi Inter karena unggul jumlah pemain.Meski demikian tetap tidak mudah menjaringkan gol ke gawang PSV. Suazo menusuk dari sayap kiri namun Hernan Crespo gagal menyambut umpan tersebut. Hasil imbang tanpa gol tetap tidak berubah hingga akhir pertandingan meskipun Inter unggul jumlah pemain.I Nerazzurri masih tetap melancarakan serangannya di babak kedua. Julio Cruz mengancam namun belum juga membuahkan hasil. Namun Cruz tidak membuang kesempatan pada menit ke-63 setelah dengan mudah menyelesaikan umpan Suazo. 1-0 bagi Inter. PSV memang langsung mencoba membalas ketertinggalannya. Meski demikian usaha Danko Lazovic belum dapat menyamakan kedudukan setelah tendangannya masih melenceng di atas mistar gawang. Semenmtara usaha kedua Lazovic juga masih melebar.Hingga akhir pertandingan PSV tetap gagal mengejar ketertinggalannya dan Inter unggul 1-0. Hasil tersebut membuat skuad besutan Roberto Mancini lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup G dengan mengumpulkan 15 poin.Inter Pesta Gol, Roma Tertahan
Milan - Inter Milan masih belum terkalahkan. Kini giliran Torino yang menjadi korban keperkasaan I Nerazzurri dengan skor telak 4-0. Sementara AS Roma ditahan 1-1 oleh Livorno. Inter belum menunjukkan tanda-tanda kelemahan hingga pekan ke-15. Puncak klasemen pun tetap diduduki skuad Roberto Mancini ini, bahkan dengan lebih kokoh. Dengan 37 poin mereka mulai menjauh dari pesaing terdekatnya, AS Roma, dengan selisih lima angka.Saat menjamu Torino di Giuseppe Meazza, Minggu (9/12/2007), Inter perlahan tapi pasti mulai mendominasi pertandingan. Serangan yang dilakukan tuan rumah membuahkan hadiah penalti setelah Zlatan Ibrahimovic dijatuhkan di kotak penalti. Striker Swedia ini sukses mengeksekusi tendangan penalti tersebut dan mengubahnya menjadi gol pertama, sekaligus satu-satunya gol di babak pertama. Pasca turun minum Inter semakin menambah tekanannya. Saat restart baru berjalan tiga menit, satu gol lagi sudah bersarang di gawang Torino. Gol tersebut dicetak Julio Cruz lewat sundulannya memanfaatkan crossing Cristian Chivu. Kiper Torino Matteo Sereni dibuat Inter tidak bisa bernafas lega. Pada menit ke-58, sebuah gol lagi bersarang di jalanya, kali ini lewat tendangan cantik pemain pengganti Luis Jimenez, yang mengirim bola ke kiri atas gawang tim tamu. 3-0 bagi Inter. Di menit ke-76 giliran Ivan Cordoba yang mencetak gol guna memperbesar kemenenangan Inter menjadi 4-0. Ia tidak terkawal saat menyelesaikan sebuah umpan sundulan Nicolas Burdisso.Torino tidak dapat berbuat banyak untuk meladeni kekuatan juara dua musim berturut-turut itu. Anehnya, striker kawakan Alvaro Recoba tidak dijadikan starter oleh pelatih Walter Novellino, dan baru diturunkan di menit 64.Sementara itu Roma terpaksa tertinggal lebih jauh dari Inter setelah hanya meraih satu poin saat bertandang ke Armando Picchi menghadapi Livorno, dengan hasil pertandingan 1-1.I Giallorossi sempat lebih dulu memimpin lewat gol Daniele De Rossi pada menit ke-5. Meski demikian Livorno hanya membutuhkan satu menit untuk menyamakan kedudukan lewat gol Diego Tristan, yang baru kali ini mengukir gol sejak meninggalkan negaranya, Spanyol, pada musim panas lalu.
Sabtu, 08 Desember 2007
'Inter Menang Lagi'
Jakarta - Jangan heran kalau berita-berita hari Minggu (9/12/2007) malam nanti akan memakai judul semacam "Inter Menang Lagi". Maklum, klub ini belum mempelihatkan tanda-tanda melemah atau tak beruntung.Di kancah Seri A di musim ini belum ada yang sanggup mengalahkan Zlatan Ibrahimovic dkk. Tak heran jika bursa-bursa taruhan makin kentara menjagokan Inter sebagai calon peraih scudetto, yang berarti akan mempertahankannya dua kali berturut-turut.
Hebatnya, Inter masih berlangganan kemenangan walaupun banyak pemain bintangnya yang cedera. Tengok hasil dua pertandingan terakhir mereka. Berturut-turut pasukan Roberto Mancini menekuk Fiorentina 2-0 dan Lazio 3-0.
Agenda giornata 15 pun tampaknya akan dilakoni La Beneamata dengan mulus. Bertindak sebagai tuan rumah, melawan tim spesialis hasil seri, Torino, dari segi apapun Inter tentu diperkirakan dapat memetik angka penuh.
Jadi, judul berita media-media massa tentang hasil pertandingan tersebut mungkin seperti disebutkan di atas. Paling "buruk', Inter barangkali bisa diredam skuad Walter Novellino, yang sudah sembilan kali bermain imbang -- sisanya, tiga kali kalah dan dua kali menang. Tapi sekali lagi, Inter sedang superior.
Sejauh ini penantang yang paling realistis adalah AS Roma karena tim ini baru satu kali kalah dan hanya terpaut tiga angka dari Inter. Minggu ini mereka akan menjajal kesiapannya menyaingi Nerazzurri dengan menghadapi partai tandang melawan Livorno.
Performa Roma masih cukup konsisten. Hari Rabu lalu mereka berhasil menundukkan Cagliari 2-0. Namun Livorno pun patut diwaspadai karena polesan pelatih baru Giancarlo Camolese cukup menjanjikan, walaupun akhir pekan lalu ditahan Cagliari tanpa gol.
Setelah hanya memungut dua poin dari sembilan laga pertamanya, Gli Amaranto mampu meraih tiga kemenangan dan dua hasil seri pada lima laga berikutnya. Livorno juga memiliki modal lain saat menghadapi Roma karena bermain di kandang sendiri.
Sementara itu Juventus bakal menjamu Atalanta guna mengumpulkan tambahan poin lebih signifikan setelah terakhir bermain tanpa gol dengan AC Milan. Meskipun bercokol di urutan tiga klasemen, namun "Si Nyonya Tua" tampaknya belum terlalu menakutkan, terutama untuk berkompetisi menuju titel juara.
Tim papan atas lain, Fiorentina, mengadu nasibnya di markas Palermo, yang hanya menang satu kali dalam dua bulan belakangan. La Viola, setelah tak terkalahkan dalam 15 laga pertamanya di semua kompetisi, mulai menemui sendatan-sendatan. Selain kalah dari Inter, mereka juga dapat ditaklukkan Udinese dan diimbangi Reggina.
Senin, 03 Desember 2007
Inter Belum Terkalahkan
Firenze - Hingga pekan ke 14 Seri A belum ada satu klub pun yang sanggup mengalahkan Inter Milan. Hingga kini Nerazzurri masih kokoh di puncak klasemen.Menghadapi tim papan atas Fiorentina di Artemio Franchi Minggu (2/12/2007) malam WIB, anak-anak asuhan Roberto Mancini unggul 2-0. Laga tersebut diawali dengan mengheningkan cipta bagi istri pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, yang meninggal Senin lalu. Fiorentina tampil dengan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Giampaolo Pazzini, Adrian Mutu, dan Franco Semioli di lini depan. Mereka langsung menyerang di menit-menit awal, namun Mutu gagal meneruskan tendangan silang Marco Donadel ke gawang Inter.Di menit ke sembilan Inter unggul terlebih dulu setelah operan matang Zlatan Ibrahimovic dilesakkan Luis Jimenez ke gawang Fiorentina yang dikawal Sebastien Frey. 1-0 untuk Inter.Pada menit ke 27 tim tamu memiliki peluang untuk menambah gol, namun tendangan keras Ibrahimovic berhasil diblok oleh Frey. Barulah pada menit ke 44 Inter menggandakan keunggulan. Ibrahimovic kembali menjadi inspirator gol setelah sodorannya berhasil dimanfaatkan Julio Cruz, yang menjadi tandemnya dalam pertandingan ini, menjadi gol.Di babak kedua Prandelli memasukkan Christian Vieri menggantikan Pazzini. Namun tendangan voli striker veteran Italia itu di menit ke 57 belum berbuah gol.Hingga peluit panjang dibunyikan Inter tetap unggul 2-0 sekaligus mempertahankan puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin dari kejaran pesaing terdekatnya, AS Roma, yang berada di tempat kedua setelah mengalahkan Udinese 2-1.Dengan hasil ini Inter belum terkalahkan dalam 13 pertandingan sementara La Viola menderita kekalahan kedua dari 14 partai yang telah mereka mainkan.Susunan Pemain:Fiorentina: Frey; Potenza, Ujfalusi, Gamberini, Pasqual; Kuzmanovic (Jorgensen 46), Liverani (Santana 59), Donadel; Semioli, Pazzini (Vieri 46), MutuInter: Julio Cesar; Maicon, Cordoba, Samuel, Chivu; Zanetti, Dacourt (Maxwell 23), Cambiasso; Jimenez (Materazzi 82); Ibrahimovic, Cruz (Suazo 73)
Sabtu, 01 Desember 2007
Inter Amankan Puncak Klasemen
Inter Milan menjadi klub Italia pertama yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Berkat kemenangan 3-0 atas Fenerbahce, Nerrazurri juga memastikan posisinya di puncak klasemen Grup G.Dari lima pertandingan yang sudah dilakoni Inter, empat kemenangan berhasil diraih dan hanya sekali kalah. Dengan satu pertandingan tersisa, poin 12 yang dimiliki skuad besutan Roberto Mancini tak mungkin bisa dikejar pesaing-pesaingnya. Satu tiket tersisa ke babak knock out dari grup ini masih diperebutkan Fenerbahce (8 poin) dan PSV Eindhoven (7) yang pada pertandingan sebelumnya menang 1-0 atas CSKA Moscow . Di matchday sang wakil Belanda akan menjamu Inter sementara si klub Turki menjamu CSKA. Meski menjalani laga tandang ke tim Giuseppe Meazza, Rabu (27/11/2007), Fenerbahce di luar dugaan mampu bermain sangat positif. Bukan cuma berani meladeni permainan tuan rumah dan mengimbangi kemampuan individu Nerrazzuri, beberapa peluang malah mampu diciptakan skuad besutan Zico.Namun Inter jugalah yang terlebih dulu menebar ancaman saat tandukan Dejan Stankovic dari depan gawang meneruskan umpan silang Javier Zanetti masih melayang di atas mistar di menit 12. Beberapa menit berselang Inter mengklaim penalti setelah Cristian Chivu terjatuh saat berebut bola dengan bek Fenerbahce, namun wasit bergeming.Sementara peluang matang yang dimiliki Fenerbahce datang di menit 28. Umpan chip Roberto Carlos mampu disambut dengan sempurna oleh Semih Senturk dengan tandukan kepalanya, tim tamu seharusnya mendapat penalti dari insidem tersebut karena bola kemudian menyasar ke tangan Zanetti. Namun wasit memutuskan melanjutkan permainan dan tidak menunjuk titik putih.Inter setidaknya memiliki dua peluang lain sebelum turun minum. Namun Julio Cruz yang berdiri dalam posisi bebas usai meneriam umpan Esteban Cambiasso tendangannya masih melebar jauh sementara tandukan Zlatan juga cuma melayang di atas gawang.Di awal babak kedua Fenerbahce sepertinya terlihat akan kembali memberi perlawanan sengit setelah dalam menit-menit awal mampu mengkreasikan dua peluang. Namun baru 11 menit paruh kedua bergulir gawang mereka justru di bobol Julio Cruz.Gol yang dicetak striker Argentina itu sedikit berbau keberuntungan. Bola umpan tarik Maxwell dari sisi kanan sebenaranya mampu disapu bek Fenerbahce, malang baginya bola yang dibuang justru mengarah ke gawang usai membentur dada Cruz.Dalam posisi tertinggal, Fenerbahce yang pada pertemuan pertama mampu mengalahkan Inter 1-0 tetap bermain santai. Senturk malah kembali mengancam saat tembakan yang dilepaskannya cuma menghasilkan tendangan sudut setelah diblok bek inter.Tapi Inter yang tak puas dengan keunggulan satu gol juga terus menggencarkan serangan, hasilnya pun datang di menit 67 melalui Zlatan. Dalam kawalan bek lawan setelah menerima umpan Maxwell di sayap kiri, striker Swedia itu sempat mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang bersarang di sisi kanan atas gawang Volkan Demirel.Gol penutup tuan rumah datang dari Luis Antonio Jimenez di masa injury time. Gelandang Chile itu dengan mudah memperdaya Volkan Demirel setelah masuk dari sisi kanan untuk menyambut umpan Cambiasso.Susunan PemainFenerbahce: Volkan Demirel, Roberto Carlos, Edu Dracena, Gökhan Gonul, Diego Lugano, Wederson Luiz Da Silva Medeiros, Alex, Mehmet Aurelio, Selcuk Sahin, Deivid, Semih SenturkInter Milan: Julio Cesar, Maxwell, Cristian Chivu, Ivan Ramiro Cordoba, Walter Samuel, Maicon, Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Julio Cruz, Zlatan Ibrahimovic
Langganan:
Postingan (Atom)

